Cerpen Terbaru “Hatiku Masih di Yogyakarta

In Fiksi
Suasana Malam Jogja

Suasana Malam Jogja

Cerpen Terbaru- Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan cerpen terbaru yang berjudul Hatiku Masih di Yogyakarta, Cerpen tersebut merupakan sebuah karya dari Lutfi yang telah dikirim kepada admin kami kemduian terpilih untuk di publish. Cepen Karya Lutfi ini kami pilih karena ceritanya sungguh luar biasa menggambarkan isi hati yang tertinggal dijogja. Untuk tahu lengkapnya silahkan simak cerpen terbaru dari Lutfi di bawah ini.

Hatiku Masih di Yogyakarta

Hari ini 11 november 2013,tepat 4 bulan aku menempati kota ini.Yogyakarta,kota yang begitu nyaman,beragam kuliner dan keramahan masyarakat disekitarnya.kepindahanku disini karna keinginan orang tuaku.alasannya karna sebuah perjanjian usaha oleh relasi bisnis papa.
Al hasil aku harus membuka cabang cupcake disini.mungkin banyak pesaing,tapi pasti ada celah.
Tidak terlalu susah mencari tempat disini karna teman-teman papa ada yang sanggup menyewakan rumahnya untuk aku jualan.tapi karna aku tidak ada teman lagi disini,jadi semua harus aku siapin sendiri dulu sbelum mencari karyawna untuk membantuku.

Sore ini seperti biasa.aku,mama,dan papa mencari tempat makan yang di sudut kota budaya ini.begitu terasa sangat nuansa jawa ketika kami memasuki sebuah rumah makan yang berbentuk pendopo,beberapa ukiran-ukiran pada pilar,lampu-lampu besar yang tergantung diatas membuat tempat itu sedikit redup,dan alunan musik jawa yang begitu lembut.kami memilih tempat disudut ruangan besar itu.
“ma,adik suka tempat ini.thanks mama dan papa selalu mengajarkan adik kesederhanaan yang indah selama ini”kataku sambil memeluk mama.
“just for you sayang.kemewahan tidak selalunya membawa kebahagiyaan.tapi kesederhanaaan yang ikhlas itu yang membuat hati lebih nayam untuk menjalani hidup”jawab papa dengan tersenyum memandangku.
“dan satu hal lagi yang perlu kamu tau,hidup itu perlu cinta.cinta itu tidak sendiri.kamu sudah besar,mama dan papa harap kamu segera mencari teman lelaki”pinta mamaku secara tiba-tiba
aku hanya bisa diam dengan ekspresi terkejut.
“tidak perlu terburu-buru,perlahan sambil kamu menjalankan bisnis cupcake kamu itu.kami masih bisa sedikit sabar.tapi jangan terlalu lama juga.kami kan ingin menimang cucu juga dari kamu…hahahahah”kata papa menyambung keinginan mama.
Tidak sampai disitu,percakapan tentang teman lelaki terus berlanjut sampai kami pulang dari tempat makan itu.karna itu malam ini aku merasa sulit untuk memejamkan mataku.
Ku buka aplikasi wechatku,mungkin ini saatnya mencari.mencari yang dekat saja mungkin lebih mudah untuk aku jumpai.mungkin bisa menolongku mencari karyawan untukku.ya itu saja yang sekarang ada dalam fikiranku.
Terlalu lama menunggu,tak ada pertemanan yang masuk.mungkin mereka semua sudah tidur.aku mulai memejamkan mata dan lebih memilih membawanya dalam mimpiku malam ini.

Pagi ini seperti biasa.makan pagi bersama dan tinggal dirumah dengan pembantu.mungkin siang ini aku mengelilingi toko roti yang ada dikota ini.tapi mungkin sedikit sulit.aku tidak ada kenalan.tidak mungkin juga selalu minta tolong teman-teman papa.sudah sangat banyak menyusahkan mereka.
Ku buka lagi ponselku.mungkin mencari dalam google lebih baik.1 hal yang membuat pandanganku tertuju pada aplikasi ini.beberapa permintaan pertemanan.mana yang harus aku terima.aku memejamkan mata kan mulai menekan tanpa arah.Anas,satu nama lelaki yang sudah aku acc.mungkin satu dulu.mungkin dia bisa membantuku.
Aku mulai membuka profilnya.tidak terlalu banyak hal-hal yang dia post dalam moment.beberapa gambar dia.terlihat simple,sederhana.
Sejak saat itu kami sering komunikasi,hanya sekedar chat atau call.belum ada waktu untuk bertemu dengan dia.sampai akhirnya dia memutuskan untuk menemuiku dirumah.dengan begini aku merasa sangat terhormat.
Malam ini aku memberi tahu papa dan mama,teman lelakiku akan datang kemari.cukup bahagya melihat senym mereka.walaupun sebenarnya aku tidak berfikir hal cinta kali ini.
“tok tok tok”terdengar ketukan pintu depan
aku rasa dia sudah datang.tidak ada rasa gugup pada diriku.merasa biasa saja.ku buka pintu depan,dan melihat senyumnya.
“hei,cepat sampai.mari masuk”ajakku.
“ternyata rumah kamu gak jauh dari rumahku”jawabnya
“rumah kamu mana?”tanyaku penasaran
“sebrang jalan sana.deket kedai cupcake.eh iya,ni aku bawain cupcake but kamu”katanya sambil menyodorkan bungkusan warna hijau muda.
“tau dari mana aku suka cupcake?”tanyaku
“kebanyakan post dalam moment kamu kan cupcake”jawabnya
cukup peka juga lelaki ini untuk menilaiku.terlihat sopan tampilannya dan wajah bijaknya.
Malam itu kami habiskan untuka saling mengenal satu sama lain.dan dia berjanji akan mengajakku mencari barang-barang untuk membuat cupcake.

siang ini cuaca kota yogyakarta sedikit panas.mungkin keluar sejenak mencari miuman dingin bukan hal buruk.kuhampiri sebuah kedai ice cream,memesan 1 menu yng terlihat sedap dari gamarnya.
“zie”suara dari belakang memanggilku.
“anas,sejak kapan disini?”
“baru aja,sebenernya gak niat kesini.tapi gak sengaja aku liat kamu disini,aku mampir aja.eh…sama siapa”
“sendirian.biasa mama papa dan sibuk”jawabku
“mau aku temenin?”pintanya
tanpa berfikir lama aku mengiyakan permintaanya dan dia memilih duduk tepat didepanku.suasana yang tidak biasa untukku.sudah cukup lama kami duduk ditempat itu.berbagai cerita cintanya yang cukup membuatku pusing dan ice cream ini yang mendinginkan otakku.
Kami bergegas bangkit dan keluar dari tempat itu.
“zie,besok sore jadi?”tanyanya
“boleh kalau kamu tidak merasa kerepotan”jawabku
“ok.besok aku jemput kamu jam 3 ya”katanya sambil memasuki mobil dan terus hilang dari pandanganku.
Sosok yang masih sangat misterius untukku.dan kenapa aku sepercaya ini padanya.ah,sudahlah.jangan berfikir buruk tentang orang.mungkin dia memang benar baik

sore ini kami memasuki berbagai toko roti dijogja.banyak tempat kami kunjungi.sangat lelah berjalan kesana kemari dan kita bersinggah di salah satu tempat makan yang hari itu aku ,papa dan mama kunjungi.
“aku pernah kesini sekali dengan mama dan papa.makanannya enak,tempatnya pun aku suka”ceritaku padanya yang mulai membenahkan duduknya menghadap lebih rapat kepadaku.
“kamu tau,pemilik rumah makan ini sudah beberapa bulan ini mencarimu.dia pertaa kali melihatmu disini”kata anas
“pemilik rumah makan ini mencariku?untuk apa?”tanyaku penasaran.
“mungkin dia jatuh hati sama kamu”jawabnya
“pemilik tempat ini temanmu?”tanyaku semakin penasaran.
“bukan”jawabnya singkat.
“lalu”tanyaku semakin mendesaknya
“aku”jawabnya dengan tatapan yang tajam.
Terkejut dan tidak menyangka.secepat ini dia punya rasa denganku dan dia hanya beberapa kali bertemu.mungkin ada baiknya aku tidak menjawab untuk saat ini.

Sejak pertemuan itu sampai saat ini aku jarang mengangkat telfonnya,bahkan untuk membalas pesannya aku sedikit canggung.sering dia merencanakan pertemuan denganku tapi aku selalu menolaknya.
Tapi merasa ada yang lain saat dia menjauh.rasa hilang itu terasa sangat sakit.aku menyibukkan diri dengan berbagai aktifitas di kedai cupcakeku.hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menghindari perasaan ini.
“zie”suara itu tidak asing bagiku
aku menoleh dan terkejut melihatnya dengan kondisi kepala berbalut perban.seribu pertanyaan ada dalam hati.
“anas,kepala kamu?”tanyaku sembari menuntun dia untuk duduk di ruang belakang.
“aku mengalami kecelakaan tunggal minggu lalu.awalnya cukup parah.tapi ini sudah sedikit ok.zie aku kesini ingin menagih apa yang jadi hak ku”jelasnya
“hak?maksud kamu?”tanyaku kebingungan
“kamu belum menjawab pertanyaanku saat itu.aku tidak punya waktu lagi”jawabnya
“tidak punya waktu?apa maksud kamu?” tanyaku yang semakin tidak mengerti dengan perkataanya.
“aku akan pergi ke tempat yang cukup jauh untuk menyembuhkan luka dikepalaku.dan tidak tau kapan akan kembali ketempat ini lagi”jawabnya
“seteah kamu kembali nanti aku akan menjawabnya”kataku
“kamu yakin?apa kamu tidak akan menyesal?”tanyanya
“aku yakin”kataku dengan menahan begitu sakitnya.kenapa aku harus berkata begitu.
Dia berlalu pergi begitu saja.tanpa seucap kata perpisahan.hanya sebuah senyuman.aku tidak tau apa yang dia fikirkan sekarang.

Sejak saat itu semua terasa seperti dulu.semua aku lakukan sendiri.berbelanja bahan roti,membeli bunga.hanya ada yang berbeda dlm hati ini.
“zie kamu tidak mau ikut mama ”ajak mamaku yang beberapa waktu lalu kembali kesini untuk tinggal denganku
“siapa yang meninggal?”tanyaku
“mama kurang tau.katanya dia meninggal karna kecelakakan”jawab mama
“kecelakakan?dimana rumahnya?”tanyaku begitu sangat khawatir
“sebelah kedai cupcake”jawaban mama sontak membuatku beku.serasa darah berhenti diotak.
Tidak menunggu lama aku mengikuti mama keluar untuk memastikan bahwa apa yang aku fikir salah.
Saat berada tepat dirumah duka aku benar-benar tidak dapat berfikir.terasa begitu gelap semua yang ada didepanku.ini benar rumah anas.aku perlahan masuk memasuki ruangan yang terdengar begitu penuh dengan tangisan.dan saat seseorang mendekati tubuh yang tertidur tertutup kain putih itu,mulai membuka perlahan dibagian wajah.aku melihatnya dengan jelas.
Tangisan ini tidak bisa ku tahan.sakit begitu sakit.
“kamu yang bernama zie?”sesosok pria mengejutkanku dari belakang
“iya ,saya.ada apa?”tanyaku
“mama ingin bertemu denganmu.mari ikut saya”ajaknya
mama?siapa dia sebenarnya.mungkin saudara kandung anas.tapi anas tidak pernah bercerita dia punya saudara kandung.
aku melihat sosok wanita tidak terlalu tua duduk diranjang dengan memegang sebuah bingkai foto.perlahan aku mendekatinya.
“anakku begitu menyayangimu.dia memintaku untuk pulang dari belanda karna ingin mempertemukan aku denganmu.tapi,saat perjalanan ke bandara untuk menjemputku dia mengalami kecelakaan tunggal.sebelumya dia sering bercerita tentangmu ditelefon.aku tidak pernah menyangka akan secepat ini.dia hanya meninggalkan ini untukmu”jelasnya dengan menyodorkan kotak kecil berwarna red gold.
Terasa tertusuk beribu pisau di jantungku.aku tidak pernah berfikir dia sedalam ini padaku.waktu yang sangat singkat untuk merasakan sebuah cinta.
Aku mengambil kotak itu dan membukanya.sebuah liontin dengan batu hijau yang sangat cantik.
“simpan itu baik-baik”pesan wanita itu sembari meninggalkanku sendiri dalam kamar itu.
Disekeliling aku hanya melihat beberapa fotonya.dan ini sangat menyakitkan untukku.aku memilih untuk segera meninggalkan ruangan itu dan menikuti rombongan pelayat ke tempat peristirahatan terakhir.ini terakhir kalinya aku akan melihat tubuhnya yang selalu berdiri gagah disampingku,menjagaku saat berbelanja.

bunga itu tidak akan layu,karna embun akan menyegarkannya kembali di pagi hari.sebuah batu yang tertuliskan nama yang pernah mengisi hidup ini.menggoreskan beberapa tulisan dalam kertas hidupku.semoga cinta ini akan menemanimu.semoga kau tenang,hanya bisa menjagamu dengan doa..

sebulan berlalu

aku memutuskan untuk meninggalkan kota itu untuk beberapa waktu.mungkin kerinduan itu akan selalu ada.tapi ini adalah pilihan yang tepat saat ini.
Dari jendela pesawat aku melihat begitu indah kota itu.
“Bye….i will come back.cintaku ada disana”

Tamat

Demikina cerpen yang bertemakan galau kiriman dari Lutfi, semoga bermanfaat untuk teman-teman semuanya. Bagi teman-teman yang ingin mengirim hasil karyanya seperti kak Lutfi silahkan kirim ke fanspage edusiana : facebook.com/edusiana. Terimakasih anda telah membaca artikel kami yang berjudul Cerpen Terbaru “Hatiku Masih di Yogyakarta

Tags: #cerpen #cerpen terbaru #Cerpen Terbaru "Hatiku Masih di Yogyakarta

Kumpulan Geguritan SMA Terbaru
Kumpulan Geguritan SMA Terbaru
Edusiana.com – Berikut ini adalah kumpulan geguritan bahasa
Puisi Terbaru Mie 2017 : Jiwa Sendu
Puisi Terbaru Mie 2017 : Jiwa Sendu
Edusiana.com – Berikut ini adalah karya sastra
Puisi Takut Gelap Oleh Luthfi (Puisi Bikin Nangis)
Puisi Takut Gelap Oleh Luthfi (Puisi Bikin Nangis)
Kalau kamu suka bapar mending jangan lanjutin
Must read×

Top
×