Secangkir Kopi Pengawal Pagi

Perkenalkan nama saya Yogi Mulanto, kalau ditanya mulai doyan kopi? Jujur saja saya mengkonsumsi kopi tidak sejak kecil, namun saya sering mengkonsumsi kopi sejak 2008. Tahun itu merupakan tahun saya masuk kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Perjalanan tiap hari saya dari rumah menuju kampus kurang lebi 23 km, karena itu untuk dapat sampai kampus dan tidak telah masuk kampus maka saya harus berangkat sejak pagi.

Kenadala saya tiap berangkat pagi adalah masih kedinginan dan kurang semangat, walapun sebelum berangkat ke kampus selalu sarapan. Sejak itu lah saya menyempatkan membuat secangkir kopi untuk mengurangi rasa dingin. Tidak tahu kenapa rutinitas membuat kopi sebelum berangkat ke kampus nampaknya menjadi semacam ritual saja setiap pagi.

Bisa dikatakan mata saya belum bisa melek kalau belum mengkonsumsi kopi. Pernah sih keburu-buru berangkat karena bangunnya kesiangan. Tapi sampai kampus pun sebelum masuk, masih saja mencari kopi di kantin. Waktu dulu kantin itu namanya Kantin Unggu, yang letaknya di di Fakultas Bahasa dan Seni.

Dari sudut kantin itu, menikmati secangkir kopi dan melihat mahasiswi seni tari yang sedang berlatih tari di pendapa Teja. Pokoknya syahdu dan tiada duanya jika mengenang masa-masa kuliah. Padahal bukan kopi mahal yang saya minum tiap harinya. Apa lagi kalau bukan KOPI KAPAL API, yang sudah melegenda dari dulu.

Kalau saya bilang Kopi Kapal Api ini memang kopi sejuta Umat, selain harganya yang pas, rasanya pun pas karena tidak asam dan ada khas gurih-gurihnya yang pasti Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak dan tidak membuat bosen atau pun enek. Untuk lambung saya sampai saat ini tidak ada masalah, artinya Kopi Kapal Api aman untuk di konsumsi setiap harinya.

Saya pikir kebiasaan ngopi itu akan berakhir ketika saya telah lulus kuliah. Namun ternyata tidak! Kebiasaan ngopi sudah menjadi ritual saya, jadi setiap akan beraktivitas saya entah kenapa kalau belum minum kopi rasanya aras-arasen(malas-malasan) kalau istilah orang jawa

Kegiatan saya saat ini selain kalau pagi hari sampai siang mengajar di SMA Negeri 1 Pundong sebagai pengajar Bahasa Daerah, tiap sore saya merawat kebun Hidroponik. Alhamdulillah rejeki tidak ada hentinya jika memang kita serius dan fokus dalam menjemput rejeki itu.

Di padatnya kegiatan mengajar dan berkebun, saya juga melayani pemesanan rak hidroponik dan juga sebagai trainer belajar hidroponik. Maka dari itu waktu istirahat sangatlah penting sekali, maka jika setiap pulang sekolah saya selalu menyempatkan untuk tidur dulu sebelum memuali kegiatan saya berkebun.

Sore hari saya setelah kelar merawat hidroponik pasti sempatkan untuk main ke warung ANGKRINGAN (warung khas Jogja). Sambil cari makan, ngobrol dan pastinya ngopi. Karena asiknya ngobrol di Angkringan itu ya sambil ngopi dan pastinya Kopi Kapal Api yang rasanya tiada duanya.

Pernah suatu ketika waktu di Angkringan karena memang di warung Angkringan tersedia layanan wifi, saya googling mencari informasi tentang Kopi Kapal Api. Di bekan saya cuma bertanya-tanya kenapa kopi semurah ini tapi rasanya bisa enak dan tidak membosankan. Padahal banyak kopi-kopi lain yang harganya lebih mahal, tapi ya rasanya kurang mantep (puas) kalau bukan kopi kapal api.

Hasil dari saya berselancar di internet saya terkejut, karena Perusahaan kapal ini ternyata adalah perusaan besar yang dimana Kopi Kapal Api di produksi oleh Anak Perusahaan Kapal Api Group. Maka dari itu tidak heran kalau Kapal Api Group.

Perjalanaan Kapal Api berawal dari bisnis rumahan di Surabaya pada tahun 1927 yang didirikan oleh bapak Go Soe Loet yang sampai saat ini berkembang besar bersama generasi penerusnya. Besarnya perusahaaan sampai saat ini tidak lepas dari kualitas bahan biji kopi pilihan sehingga ciptakan kopi enak seperti kopi kapal api.

Tidak main-main biji kopi pilihan yang digunakan Kapal Api adalah Kopi dari PT. Sulotco Jaya Abadi, dimana merupakan salah satu Perusahaan Kopi Swasta terbesar di Indonesia.

Lokasi perkebunan kopi yaitu di Toraja, terletak di ketinggian kurang lebih 200 meter dari permukaan laut. Maka tidak perlu di ragukan lagi, dan tidak perlu heran lagi kenapa rasa kopi kapal api jelas lebih enak.

Bukannya saya lebay, tetapi memang terbukti Kapal Api memiliki rasa yang enak, hal ini dapat di kuatkan oleh banyaknya kopi kapal api yang sudah banyak di konsumsi oleh orang luar negri.
amazon

Bahkan sampai Negara Maju seperti Amerika, buktinya kopi kapal api di jual di Marketplace terbesar di Amerika yaitu AMAZON.COM dan apakah orang bule pada suka dengan kopi kapal api? tentu saja suka, silahkan lihat di kolom komentar AMAZON di ini.

Testimoni

Tidak hanya di Amazon, tetapi Kopi kapal Api juga banyak di jual die bay, dan tentunya masih banyak lagi yang mejual kapal api. Hal ini tidak mungkin terjual sampai luar negeri baik Asia, Eropa, Maupun Amerika kalau rasa dari Kopi kapal Api tidak senikmat ini. Maka tidak lah berlebihan jika saya lagi-lagi menyebut Kopi Kapal Api sebagai Kopi Sejuta Umat karena rasa Kopi kapal Api Jelas Lebih Enak.
http://waktunyakapalapi.com/Demikian kisah hari-hariku bersama kopi kapal api, saya rasa teman-teman juga pasti punya cerita-cerita menarik bersama kopi kapal api untuk itu silahkan tulis pengalaman kalian bersama kopi kapal api, karena dalam setiap cangkir kopi  kapal api punya cerita!
×